Dunning-Kruger Effect: Pengertian, Contoh, dan Pencegahan

Dunning-Kruger Effect: Pengertian, Contoh, dan Pencegahan pada kehidupan sehari-hari.

Dunning-Kruger Effect adalah fenomena dalam psikologi yang dapat diartikan sebagai bias kognitif di mana seseorang salah menilai kemampuan yang dimilikinya. Seseorang yang mengalami Dunning-Kruger Effect akan merasa kemampuan mereka jauh lebih mampu dari yang sebenarnya. Umumnya orang yang memiliki karakter ini tidak menyadari kekurangannya dan lupa bahwa dia tidak kompeten (incompetent) di semua bidang. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri. 

Baca: Dikotomi Kendali dalam Filosofi Stoisisme

Penyebab utama Dunning-Kruger Effect adalah ego. Tentu, setiap orang tidak ingin berpikir bahwa ia adalah orang yang tidak memiliki skill. Hal ini membuat orang meningkatkan penilaian terhadap dirinya dan mengabaikan kelemahan yang terdapat pada diri sendiri.

Ciri-Ciri Dunning-Kruger Effect

Tidak semua orang yang merasa selalu benar mengalami Dunning-Kruger Effect. Menurut David Dunning dan Justin Kruger, profesor psikologi dari Cornell University. Dunning-Kruger Effect biasanya ditandai dengan:

1. Berlebihan menilai tingkat keahliannya

Dengan kata lain percaya diri yang berlebihan. Percaya diri memang dibutuhkan untuk mendukung seseorang agar lebih berkembang, baik di lingkungan sekolah, kuliah, atau kerja. Namun, dengan sikap percaya diri berlebih cenderung mengarah ke sikap negatif karena biasanya sulit untuk menerima kritik dan sebagainya.

2. Tidak bisa mengakui kehebatan orang lain

Seseorang yang mengalami Dunning-Kruger Effect akan sulit beradaptasi di sebuah kelompok dengan kemampuan setara. Hal ini disebabkan karena sulit untuk mengakui bahwa orang-orang dalam kelompoknya memiliki keahlian yang lebih dari dirinya yang menyebabkan kelompok menjadi tidak sinergis satu sama lain.

3. Tidak bisa mengenal kekurangan pada diri sendiri

Karena sudah mempunyai sikap optimis yang berlebihan seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Seseorang yang mengalami efek ini umumnya tidak mengenali kekurangannya sendiri. Ditambah dengan sikap anti-kritik membuat tidak adanya ruang untuk intropeksi diri.

Contoh Kasus Efek Dunning-Kruger 

Siapa yang ngga kenal dengan aplikasi Duolingo? Platform yang digunakan untuk mempelajari banyak bahasa yang ada di dunia. Ada kasus seseorang yang mengunduh aplikasi Duolingo dan menggunakannya setiap hari untuk mempelajari bahasa baru seperti Korea, Jerman, atau Prancis. Seminggu pertama merasa ketagihan (betah) dan merasa puas dengan apa yang dia pelajari dan mendapat manfaatnya karena mempelajari kosa kata baru yang masih tahap basic ini.

Duolingo
Duolingo

Setelah satu minggu, dia sudah mulai jarang membukanya dan hanya masuk aplikasi demi sekedar menambah daily point saja. Lama kelamaan mulai mengabaikan daily point-nya tersebut dan sudah tidak membuka aplikasi ini sama sekali karena menganggap kosa kata yang dipelajari tidak berguna untuk dirinya.

Dunning-Kruger Effect
Sumber: deeplytrivial.com

Pada tahap pertama, kita merasa percaya diri yang sangat tinggi saat mencoba hal-hal baru. Menganggap ilmu yang kita dapatkan sudah setara dengan orang native. Lalu pada tahap kedua percaya diri kita menurun saat menyadari bahwa ilmu yang didapat hanyalah masih tahap dasar, dan munculah perasaan bimbang pada diri sendiri. Banyak orang yang menyerah dan mencoba hal baru yang lain (lebih berguna) dan meninggalkan hal tersebut (yang saat ini).

Proses tersebut tidaklah membantu sama sekali dan hanya akan mengulang-ulang efek yang sama setiap mencoba hal baru. Tahap kedua ini yang paling menantang karena kita melawan rasa bosan, semangat yang tidak ada, dan ingin cepat menyelesaikannya. Memang berat, namun saat kita melanjutkannya dengan mengabaikan rasa bosan dan monoton tersebut lama kelamaan akan menjadi sebuah habit dan kembali menikmatinya. Kita bisa memasuki tahap ketiga yaitu kembali merasa lebih semangat untuk menjadi lebih kompeten dan berpengalaman lebih banyak dibanding tahap pertama.

Cara Mencegah Efek Dunning Kruger

1. Terus belajar dan berlatih

Daripada terus berasumsi jika kamu mengetahui segalanya, lebih baik terus belajar lebih dalam. Jika pengetahuan akan informasi semakin dalam terhadap suatu topik, biasanya kamu akan semakin penasaran untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang topik tersebut. Dan membantu kita untuk tidak menjadi sok tau.

2. Minta evaluasi dan pendapat orang lain

Feedback dari orang lain akan membuat kita intropeksi diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan meminta pendapat orang lain, kita dapat mengetahui nilai diri kita apa adanya.

3. Tanyakan kemampuan kepada diri sendiri

"Apakah selama ini aku salah?", "Apa benar aku sudah kompeten dalam hal ini?". Dengan menanyakan kepada diri, kita akan fokus pada hal-hal yang sesuai dengan pengetahuan kita, disebut juga dengan Bias Konfirmasi.

Demikian pembahasan mengenai Dunning-Kruger Effect: Pengertian, Contoh, dan Pencegahan. Tetap logis dan kritis dengan apa yang menjadi kemampuan kita dan orang lain. Percaya diri boleh, namun tetap rendah hati dan jangan sombong ya!

Sumber
  • https://qr.ae/pGlFry (Quora)
  • https://www.britannica.com/science/Dunning-Kruger-effect
  • https://www.ruangguru.com/blog/dunning-kruger-effect
  • https://www.ekrut.com/media/dunning-kruger-effect-adalah